Label

Kamis, 25 Oktober 2012

Idul Adha ....................

Allaahu Akbar...
Allaahu Akbar...
Allaahu Akbar...
Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar...
Allaahu Akbar Walillaahilham...

Suara-suara itu mulai berkumandang usai aku shalat magrib tadi. Yup... semua pasti tahu itu artinya apa. Esok adalah Hari Idul Adha. Membuatku menangis dan merindukan suasana hangat rumah. Aku kangen suara ibu memanggilku untuk membantunya menyiapkan makan malam. Suara adik bungsuku yang merengek ingin malam takbiran di lapangan Merdeka. Suara abang (adik pertamaku) yang menyombongkan dirinya yang akan ikut konvoi malam takbiran mengelilingi kecamatan. Tapi itu hanya terjadi di Idul Fitri saja. Di Idul Adha aku hanya sendiri di rumah di Jatinangor, duduk di depan laptopku atau menonton TV.
Tak ku sangka rasa kesepian ini benar-benar menyiksaku. Padahal sudah 2 tahun aku menjalani ini. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk mengusir rasa sepi ini.

Entah apa yang terjadi di hari esok. Shalat Id kah? Kumpul bareng teman kah? Atau hanya sendirian di rumah? Entahlah. Aku juga tidak tahu. Akan ku usahakan untukku shalat Id. Setidaknya itu yang harus kulakukan supaya Allah tak meninggalkanku dalam kehampaan, kesendirian, dan kesepianku. Kumpul bareng teman? Aku sangat ingin melakukannya. Tapi siapa yang akan menemaniku kesana. Aku ga mau datang seperti orang yang tak dikenal. Aku ingin seperti Idul Adha pertamaku di Jatinangor, dimana aku datang dengan segala bantuan yang bisa kulakukan. Bertemu dengan sahabat-sahabat sesama perantau dari Bangka Belitung. Aku ga mau seperti Idul Adha kedua ku yang hampa, dimana aku hanya sendirian dirumah.

Huh... mengapa aku jadi orang yang pesimis begini. Padahal ini bukan yang aku inginkan. Mengapa aku menjadi orang yang takut melangkah dan bergaul. 

Aku ingin Idul Adha yang indah dan hangat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar